Jumat, 01 Maret 2013

Euro Berpotensi Mengalami Kejatuhan Mingguan


EUR/USD terlihat bergerak stabil dibawah, dan berpotensi menjadi penurunan terdalam mingguan sejak bulan Juni, hal tersebut disebabkan oleh prospek untuk menurunkan suku bunga di zona euro, yang mana diperkirakan saat ini data manufaktur mengalami penurunan, sehingga memungkinkan terjadi kontraksi.
Euro jatuh pada bulan Februari, dikarenakan Presiden European Central Bank Mario Draghi mengatakan bahwa pada pekan ini “jauh” untuk keluar dari stimulus. Inflasi di kawasan zona eropa melambat pada bulan Februari, sebuah data ekonomi hari ini diperkirakan akan menunjukkannya, sehingga berpotensi membuka pintu untuk pelonggaran lebih.
“Lemahnya data manufaktur  akan terus menekan euro.” Kata Richard Breen, a Sydney-based senior consultant di Rochford Capital.
Euro naik 0,1 persen terhadap dolar menjadi $ 1.3071 pada pukul 10:55 di Tokyo, dan telah menurun 0.9 persen pada minggu ini. Euro juga naik 0,1 persen terhadap yen pada hari ini menjadi 121,01 yen, penurunan 1,8 persen sejak 22 Februari. Sedangkan Yen sedikit berubah terhadap dolar ke kisaran 92.58 per dolar dibandingkan dengan hari kemarin di level 92.56 yen dan 93.42 pada pekan lalu.

Sumber : Bloomberg.com

SALAM TRADER.

Reaksi:

1 komentar: